Ini kisah tentang seorang lelaki….
yang kau sebut “Ayah”….
Seberapa besar kau mencintainya dan seberapa besar kau mampu membencinya….
Dia seorang ayah yang mengalami perubahan setelah kehilangan pekerjaannya….bagaimana dia berusaha menghilang dari komunitas terdekatnya, teman2nya, menjauh seperti mencari dunia baru, tak tahu apa yang direncanakan, tidak ada pembicaraan tentang itu….dan wanita di rumah itu terus mengeluhkan hal itu…ia ingin lelaki itu seperti ini…seperti itu…..mulai sering terdengar adu mulut, disini kapan saja api itu bisa tersulut…sang Ayah tak terbiasa memaki lebih banyak diam dan pergi menjauh…..tapi Ibu terus merana, ia tahu ini bukan hal bagus…ia ingin kehidupan lebih baik bagi lelakinya…dia menangis ketika shalat…..mengeluh setiap hari pada putrinya, putrinya yang sama-sama punya masalah dengan komunikasi di keluarga….
Aku melihat bagaimana seorang ayah di tangisi sekaligus dimurkai…
Ia sakit…parah..lelaki itu sakit hingga lupa dengan apa yang ada disekitarnya, lupa ada dimana dia…..dan kini hanya terdiam seperti patung…disampingnya ada seorang istri, putri remajanya dan dua jagoan yang masih berharap bisa diajarkan berbagai hal jika mereka besar nanti…… Mata-mata itu mata-mata yang berkata ”Ayah kami butuh kamu, Ayah cepat sembuh…tak peduli jikalaupun kau memarahi kami nanti ketika kami salah, karena suara marahmu menandakan kau ada….kau ada….
Sementara lelaki yang lain melakukan hal yang telah merubah putri2nya menjadi musuh nomor satunya….jangan menyakiti ibu dari putri2mu didepan maupun dibelakang mereka….itu menghancurkan hatinya berkeping2…merubahnya menjadi monster…..
Bencinya ia hingga butuh empat orang untuk memeganginya ketika kalap, memaki dan mengusir lelaki yang tak diakunya lagi sebagai ayahnya….hey dia anak yang manis, cantik dan santun tapi cinta dan bencinya merubahnya menjadi liar…lalu lihat ibunya, wajahnya sedih teramat dalam…dia selalu kuat demi anak-anaknya, tak disangkanya anak2nya menyimpan amarah sebegitu besarnya…jeritan mereka menyayat hatinya, amarah putri2nya telah meluapkan semua aib keluarganya, suaranya serak menenangkan sang anak, mama sayang kamu…mama sayang kamu, tapi tak sekalipun terdengar dia ikut memurkai suaminya meski dia setuju ini kesalahan siapa…..bagaimana ini…dia ayahmu….suamiku….
None of your father is a perfect person as we are too…..
Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan yang kau butuhkan, untuk itu kita ada untuk saling melengkapi……
21032010