Rumah

4 06 2010

Its stops ring…no one knocking at the door…I hear a silent scream…I begin to realize that nobody there…

Kulenguhkan sekali lagi nafas dalam dan berat. Kudapati tak seorangpun disini, aku masih berkutat didepan teknologi segi empat yang menjeratku dengan segudang aktifitas bisu. Sudah bertahun-tahun kutempati ruang kecil ini yang orang-orang sebut sebagai rumah. Untukku ini tak lebih dari sebuah tembok-tembok yang bersatu dan membentuk ruang…karena bagiku rumah itu kehangatan, tak peduli tanpa atap ataupun dinding. Tapi disini rasanya dingin….

Kesepian membunuhku…aku dibunuh kesepian…kubutuh satu nyawa-nyawa lain disini..kubutuh pertimbangan…

Kali ini aku melangkah kearah jendela…diseberang sana ada yang meringis dikekang kebersamaan…”aku terjebak dalam penjara manusia yang mengaturku ini itu” pemikirannya itu berteriak lantang dari tatapan matanya dan langkah yang berat setiap harinya, menatapku dengan iri….dia merindukan kesendirian…(kesepian)….dia pikir lebih baik berteman dengannya, dan lenyaplah suara-suara yang memerintahnya…..ahh, seandainya kau tau, bagaimanapun bersama akan lebih baik dari sendiri…mungkin belum kau temukan pemahaman akan itu semua…..percayalah rasa cinta itu mengekang, mereka menyayangimu baru mengaturmu…..sesungguhnya terabaikan itu lebih pahit rasanya…

Semua karena aku lari….pergi dan berpaling dari apa yang akhirnya aku rindukan…aku ingin pulang saja….aku rindu ”rumah” ku…..

170110


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.